fbpx
Wisata Edukasi di Observatorium Bosscha Lembang

Wisata Edukasi di Observatorium Bosscha Lembang

Wisata Edukasi di Observatorium Bosscha LembangWisata alam di Lembang merupakan sajian utama daya tarik daerah tersebut. Udara yang segar dan banyaknya pepohonan membuat kawasan Lembang ini mampu menampung udaranya dari polusi udara yang semakin hari semakin meningkat.

Dengan adanya kelebihan tersebut Kawasan Lembang ini dipilih menjadi salah satu nya pusat observatorium luar angkasa di Indonesia. Oleh banyak orang Observatorium Bosscha juga dikenal luas dengan nama Bosscha. Disini anda bisa mendapatkan informasi mengenai benda benda luar angkasa dan fenomena fenomena alam yang terjadi di luar angkasa.

Kegiatan yang bisa anda dapatkan disini banyak sekali mulai dari berkunjung dan melihat teropong raksasa, melihat bintik hitam matahari, melihat foto foto penerbangan satelit, serta melihat mini film pembentukan planet bumi.

Wisata Edukasi di Observatorium Bosscha Lembang

Teropong Bintang Observatorium Bosscha

Kawasan wisata edukasi bosscha ini terletak di kawasan wisata Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat. Teropong Bintang terbesar dan tertua yang ada di Observatorium Bosscha ini dikenal dengan nama Teleskop Zeiss. Teleskop ini mempunyai lensa cembung yang berguna untuk mengumpulkan cahaya.

Didalam peneropongan, Teleskop Ziess ini diletakan di sebuah gedung yang berbentuk kubah besar dengan diameter sekitar 11 meter yang dapat berputar hingga 360 derajat. Ketika teleskop Zeiss ini akan melakukan pengamatannya, maka celah yang terdapat di atas kubah akan terbuka dan mengarah sesuai dengan arah pengamatan.

>> Pilih paket wisata ini : Paket Wisata Bandung Murah

Wisata Edukasi di Observatorium Bosscha Lembang

Sejarah Observatorium Bosscha

Wisata Edukasi di Observatorium Bosscha Lembang. Teropong Bintang atau Observatorium Bosscha ini dahulunya bernama Bosscha Seterrenwact yang merupakan gagasan sebagai proyek mega yang penting pada masanya. Teropong ini dibangun oleh Nederlandsch Indische Sterrenkundige Vereeniging (NISV) atau Perhimpunan Bintang Hindia Belanda dengan peletakan batu pertama di tahun 1923 dan selesai pada tahun 1928.

Pembangunan Teropong Bintang Bosscha yang ada di Lembang ini bukan tanpa alasan pastinya, karena didirikan dengan tujuan penting dari para ahli astronomi pada abad ke 20 dimana mereka sadar bahwa gugusan bintang-bintang di angkasa ternyata membentuk sebuah sistem galaksi yang satu sama lainnya memiliki keterkaitan.

Nah, dengan bekal rasa ingin tahu tentang struktur jaringan galaksi yang sangat luas tersebut maka mereka berpikir untuk meneliti sejumlah teleskop besar yang berpusat di belahan bumi bagian utara saja seperti Amerika dan Eropa.

Karrel Albert Rudolf Bsscha sebagai seorang pengusaha kaya menyandang dana utama proyek pembangunan observatorium ini. Karrel juga mendapat bantuan dari Joan George Erdaus Gijsbertus Vooute sehingga pusat penelitian benda langit di Lembang ini bernama Bosscha.

Anggaran yang dihabiskan untuk membangunan tempat ini menelan hingga 1 juta Gulden atau sekiatar 1/6 dari dana anggara pembangungan gedung bersejrah di Bandung lainnya seperti Gedung Sate yang populer. Tepat pada tanggal 17 Oktober 1951 Observatorium Bosscha diserah terimakan kepemilikannya yang semula dikelola oleh Perhimpunan Bintang Hindia Belanda / NISV kepada pemerintah Republik Indonesia.

kemudan selang 8 tahun salah satu tempat wisata sejarah kota Bandung ini diserahkan pengelolaannya kepada perguruan tinggi ITB dan sejak saat itu Teropong Bintang Bosscha menjadi pioneer dan merupakan satu-satunya lemabaga penelitian dan pelataihan Astronomi Indoensia.

>> Pilih juga : Paket Wisata Bandung 2 Hari 1 Malam

Wisata Edukasi di Observatorium Bosscha Lembang

Fasilitas Teleskop di Observatorium Bosscha

Wisata Edukasi di Observatorium Bosscha Lembang. Sebagai pusat observasi tentunya Obsevatorium Bossca ini telah menyediakan beberapa alat penelitian yang berupa teleskop dan masing masing teleskop tersebut memiliki kemampuan dan spesifikasi tertenu. Berikut adalah teleskop yang ada di Observatorium Bosscha, Lembang, Bandung.

  • Teleskop Schmidt Bima Sakit
  • Teleskop Refraktor Ganda Zeiss
  • Teleskop Cassegrain Goto
  • Teleskop Refraktor Unitron
  • Teleskop Refraktor Bamberg
  • Teleskop Radio 2,4
  • Teleskop Surya

Harga Tiket Masuk Observatorium Bosscha

Mengenai harga tiket masuk ke lokasi Observatorium Bosscha in ipengunjung dapat membayar tiket langsung serta cara harus registrasi terlebih dahulu. Hal ini ditujukan untk mengatur jadwal kunjungan di Teropong Bintang Bosscha.

Pengunjung yangmasuk akan diatur ddan dibagi dengan dengan beberapa sesi jadwal kunjungan. Untuk harga tiket masuk Teropong Bintang Bosscha ini seperti berikut :

  • Kunjungan siang tarif per orangnya adalah Rp 15.000,-
  • Kunjungan malam untuk tarif per orangnya adalah Rp 20.000,-

Jadwal Kunjungan Teropong Bintang Bosscha

Teropong Bintang Bosscha atau dikenal dengan Observatorium Bosscha adalah salah satu faislitas penting astronomi milik ITB. Kegiatan utama disini adalah tempat penelitian sekaligus sebagai pendidikan astronomi.

Dengan sejalanya semboyan Tridharma peguruan tinggi bahwa Observatorium Bosscha juga memiliki program pengabdian dan pelayanan masyarakat yang ingin mengetahui seputar dunia astronomi. Untuk selengkapnya berikut adalah jadwal kunjungan Observatorium Bosscha :

  • Kunjungan Siang

Wisata Edukasi di Observatorium Bosscha Lembang. Dalam sesi kunjungan siang pengunjung akan diajak untk melihat secara rinci bagaimana kerja teleskop Zeiss dan mendpaatkan informasi seputar dunia astonomi di dalam tempat khusus yang berupa ruang multimedia. Untuk jadwal kunjungan siang seperti berikut :

Wisata Edukasi di Observatorium Bosscha Lembang
  • Kunjungan Malam

Dalam sesi kunungan malam teropong bintang akan dilaukan jika keadaan langit sedang cerah maka pengunjung pun dapat melihat cara kerja teleskop zeiss serta memperoleh sejumlah informasi mengenai astronommi dalam ruangan multimedia. Berikut adalah jadwal kunjungan malam :

Wisata Edukasi di Observatorium Bosscha Lembang

>> Klik : Paket Outbound Bandung